Database dikelola dengan menggunakan DBMS (Database Management System) yaitu perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola database . Perangkat lunak ini banyak dan semuanya digunakan sesuai dengan kebutuhan.
Diantara DBMS yang ada antara lain : Microsoft Access, SQL Server, MySQL, Oracle, dll.
Diantara DBMS ada yang sudah dapat menyediakan interface sendiri untuk membuat form yang sesuai dengan kebutuhan.
Visual Basic adalah sebuah bahasa pemrograman yang tidak mempunyai DBMS, jadi untuk mengelola database visual basic perlu dihubungkan dengan salah satu dari DBMS yang didukung oleh visual basic diantaranya : Microsoft Access, SQL Server, MySQL, Oracle.
Jadi dengan kata lain untuk mengelola database Visual Basic dijadikan sebagai mesin pengolah data sedangkan DBMS digunakan sebagai tempat untuk menyimpan data hasil prosessingnya. Dengan demikian antara VB dengan DBMS harus dihubungkan terlebih dahulu sebelum bisa mengelola database.
DATABASE RELATIONAL
Database relational terdiri dari satu atau lebih table. Table merupakan kumpulan dari sekelompok data yang sejenis yang disusun dalam bentuk kolom atau baris.
Database Relational mencantumkan aturan-aturan dalam menyimpan data kedalam table, yaitu :
tidak dimungkinkan adanya sebuah data atau Key yang sama nantinya akan menyebabkan timbulnya duplicate data untuk sebuah record.
replicate data jua sangat dihindari.
Database Relational sebenarnya dibuat untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan dalam aturan-aturan menyimpan data kedalam subuah database.
Kamis, 29 Januari 2009
VIEW SQL SERVER
VIEW SQL SERVER
View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tetapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.
Penggunaan view sangat bermanfaat apabila kita ingin memfokuskan diri pada informasi tertentu yang terdapat dalam basis data. Bayangkan sebuah database perusahaan yang diakses beberapa user pada departemen berbeda. Informasi yang dibutuhkan oleh setiap departemen pastilah berbeda. Dengan menggunakan view dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saja, baik berasal dari satu tabel atau lebih dalam database tersebut.
View mengijinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View mengijinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu dan bahkan bisa diekspor ke aplikasi lain
Membuat View
View dapat dibuat dengan perintah Transact-SQL yaitu Create view atau dengan menggunakan program penyunting view yaitu enterprise manager.
Hal yang harus diingat pada saat membuat view :
1. View hanya bisa dibuat di dalam database yang sedang digunakan.
2. Anda tidak bisa menghubungkan trigger, aturan kedalam view.
3. View bisa menggunakan data dari view lain.
4. Kita tidak bisa membuat indeks untuk view.
5. Jika ada lebih dari satu kolom view yang memiliki nama yang sama, kolom tersebut harus diberi alias.
6. Kolom didalam view sama dengan kolom ditabel asal.
Untuk Membuat View kita dapat meng Klik kanan
Setelah tampilan menu view kita dapat menambahkan table yang kita butuhkan
Misalkan kita akan membuat view untuk menampilkan data mahasiswa maka kita hanya membutuhkan table Tmhs
Misalkan kita akan menampilkan Nim dan nama Mahasiswa tersebut maka kita pilih dari tabel Tmhs nim dan nama
Untuk mengecek hasilnya klik tanda seru merah ! atau run maka akan terlihat nim dan nama mahasiswa.
Untuk menyimpan view bisa klik save dan beri nama view misalnya view_nim_nama
View bisa juga langsung dibuat pada console query dan cara ini kadang dianggap lebih mudah dibandingkan dengan visual.
View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tetapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.
Penggunaan view sangat bermanfaat apabila kita ingin memfokuskan diri pada informasi tertentu yang terdapat dalam basis data. Bayangkan sebuah database perusahaan yang diakses beberapa user pada departemen berbeda. Informasi yang dibutuhkan oleh setiap departemen pastilah berbeda. Dengan menggunakan view dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saja, baik berasal dari satu tabel atau lebih dalam database tersebut.
View mengijinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View mengijinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu dan bahkan bisa diekspor ke aplikasi lain
Membuat View
View dapat dibuat dengan perintah Transact-SQL yaitu Create view atau dengan menggunakan program penyunting view yaitu enterprise manager.
Hal yang harus diingat pada saat membuat view :
1. View hanya bisa dibuat di dalam database yang sedang digunakan.
2. Anda tidak bisa menghubungkan trigger, aturan kedalam view.
3. View bisa menggunakan data dari view lain.
4. Kita tidak bisa membuat indeks untuk view.
5. Jika ada lebih dari satu kolom view yang memiliki nama yang sama, kolom tersebut harus diberi alias.
6. Kolom didalam view sama dengan kolom ditabel asal.
Untuk Membuat View kita dapat meng Klik kanan
Setelah tampilan menu view kita dapat menambahkan table yang kita butuhkan
Misalkan kita akan membuat view untuk menampilkan data mahasiswa maka kita hanya membutuhkan table Tmhs
Misalkan kita akan menampilkan Nim dan nama Mahasiswa tersebut maka kita pilih dari tabel Tmhs nim dan nama
Untuk mengecek hasilnya klik tanda seru merah ! atau run maka akan terlihat nim dan nama mahasiswa.
Untuk menyimpan view bisa klik save dan beri nama view misalnya view_nim_nama
View bisa juga langsung dibuat pada console query dan cara ini kadang dianggap lebih mudah dibandingkan dengan visual.
Trigger SQL Server
Trigger SQL Server
Pendahuluan
Salah satu keistimewaan dari SQL Server adalah mekanisme kontrol yang bernama database Trigger. Trigger sama seperti sekumpulan perintah Transact-SQL yang secara otomatis dijalankan apabila ada perintah INSERT, DELETE, atau UPDATE yang dijalankan di dalam tabel.
Aplikasi utama dari trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses ke dalam database, seperti misalnya perintah perintah keamanan. Ini merupakan cara lain selain dengan menggunakan aplikasi kita juga bisa melakukan kontrol langsung dengan menggunakan trigger yang diletakkan pada tabel yang bersangkutan.
Perintah yang dapat dilakukan Trigger adalah :
1.Membuat isi dari kolom yang diambil dari kolom yang lain.
2.Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel.
3.Membuat log untuk mendaftarkan penggunaan tabel.
4.Meng-update tabel tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif.
Komponen dari Trigger
Trigger dibentuk dari dua bagian :
1.Perintah SQL untuk mengaktifkan trigger. Perintah INSERT, DELETE dan UPDATE bisa mengaktifkan trigger. Trigger yang sama bisa diaktifkan apabila ada lebih dari satu aksi yang terjadi. Dengan kata lain trigger bisa diaktifkan apabila ada perintah insert, delete atau update dijalankan.
2.Aksi yang dijalankan oleh trigger. Trigger menjalankan blok PL/SQL.
Batasan Trigger
Dibawah ini Adalah batasan dan pertimbangan di dalam menggunakan Trigger :
Trigger bias menjalankan perintah yang terkandung didalam badannya atau mengaktifkan prosedur dan trigger lain untuk menjalankan tugas tertentu
Setiap perintah SET bias di yentukan didalam trigger.Printah ini akan tetap aktif selama ekseksi
Kita tidak bias membuat trigger untuk view. Tetapi bila view digunakan, Trigger dari table dasar biasanya akan diaktifkan
Perintah truncate table tidak bisa dihentikan oleh trigger
Trigger tidak bisa menjalankan perintah Transact-SQL yang merupakan perintah DDL
Membuat Trigger
Trigger bisa dibuat dgn 2 cara yaitu:
Menggunakan Query analyzer
CREATE TRIGGER [TRIGGER NAME] ON [NAMA_TABLE]
FOR INSERT,UPDATE,DELETE
AS PERINTAH
Keterangan:
ON menunjukan table atau skema dimana trigger dibuat
FOR harus diikuti oleh jenis perintah yang akan dijalankan
AS Memulai badan trigger dgn perintah yang akan dijalankan
Berikut ini contoh pembuatan trigger semisalnya kita mempunyai tabel dengan nama tmhs dengan struktur sebagai berikut :
Gambar : struktur Table Tmhs
Buatlah table Tmhs2 yang mempunyai struktur yang sama dgn Tmhs
Misalkan kita akan membuat Trigger menampilkan tulisan saat program melakukan input
Menngunakan Enterprise Manager
Dengan menggunakan Enterprise Manager pembuatan trigger sangatlah mudah. Berikut ini cara membuat trigger menampilkan tulisan saat melakukan input:
Gambar : menampilkan trigger
Gambar : Menuliskan Perintah Trigger
Tabel Inserted dan Deleted
Apabila tabel dijalankan SQL server akan membuat dua buah tabel sementara yang hanya muncul apabila trigger sedang dijalankan, tabel yang pertama adalah tabel inserted dan yang kedua adalah tabel deleted.
Apabila perintah INSERT atau UPDATE dijalankan, record yang dibuat atau diubah di copy ke dalam tabel inserted. Apabila perintah DELETE dijalankan, baris baris yang dihapus di copy ke dalam tabel deleted.
Contoh:
Gambar : Menampilkan Data yang di edit
Membuat Replikasi Baris dengan Trigger
Dengan menggunakan tabel sementara dari trigger, kita bisa membuat sebuah mekanisme untuk melakukan replikasi cepat dari satu tabel ke tabel yang lainnya. Kita bisa menyisipkan, mengubah atau menghapus record pada tabel lain pada saat operasi sedang dilakukan pada tabel yang sedang aktif.
Berikut ini contoh membuat tiga buah trigger untuk replikasi atau menggandakan operasi dari tabel Tmhs ke dalam tabel Tmhs2.
Replikasi Insert
Nama trigger : insertrep
Create Trigger insertrep on tmhs
For insert
As
Insert into Tmhs2
Select * from inserted
Pada trigger ini, kita akan membuat Insert into dan select untuk mendapatkan field – field dari table Inserted
Replikasi Delete
Nama trigger : delrep
Create Trigger delrep on Tmhs
For Delete
As
Delete from tmhs2
Where tmhs2.nim in (select nim from deleted)
Kita menggunakan perintah Delete From dan Where untuk menyaring record yang akan dihapus dengan mencarinya pada tabel deleted, yang dalam hal ini hanya mengandung record yang baru saja dihapus
Replikasi Update
Nama trigger : uprep
Create Trigger uprep on Tmhs
For Update
As
Update Tmhs2
Set Nama=(Select Nama from Inserted),
Alamat=(Select Alamat from Inserted)
Where Tmhs2.nim in (Select nim from Inserted)
Trigger ini mereplikasi proses update yang telah dilakukan pada tmhs, didalamnya mengupdate colom nama dan alamat dari Tmhs2 dengan isi dari colom nama dan alamat dari tabel inserted. Klause Where juga digunakan untuk mengupdate record yang kodenya ditemukan pada tabel inserted saja.
Pada perintah replikasi update dan juga update biasa sangat dilarang untuk mengupdate primary key.
Pendahuluan
Salah satu keistimewaan dari SQL Server adalah mekanisme kontrol yang bernama database Trigger. Trigger sama seperti sekumpulan perintah Transact-SQL yang secara otomatis dijalankan apabila ada perintah INSERT, DELETE, atau UPDATE yang dijalankan di dalam tabel.
Aplikasi utama dari trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses ke dalam database, seperti misalnya perintah perintah keamanan. Ini merupakan cara lain selain dengan menggunakan aplikasi kita juga bisa melakukan kontrol langsung dengan menggunakan trigger yang diletakkan pada tabel yang bersangkutan.
Perintah yang dapat dilakukan Trigger adalah :
1.Membuat isi dari kolom yang diambil dari kolom yang lain.
2.Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel.
3.Membuat log untuk mendaftarkan penggunaan tabel.
4.Meng-update tabel tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif.
Komponen dari Trigger
Trigger dibentuk dari dua bagian :
1.Perintah SQL untuk mengaktifkan trigger. Perintah INSERT, DELETE dan UPDATE bisa mengaktifkan trigger. Trigger yang sama bisa diaktifkan apabila ada lebih dari satu aksi yang terjadi. Dengan kata lain trigger bisa diaktifkan apabila ada perintah insert, delete atau update dijalankan.
2.Aksi yang dijalankan oleh trigger. Trigger menjalankan blok PL/SQL.
Batasan Trigger
Dibawah ini Adalah batasan dan pertimbangan di dalam menggunakan Trigger :
Trigger bias menjalankan perintah yang terkandung didalam badannya atau mengaktifkan prosedur dan trigger lain untuk menjalankan tugas tertentu
Setiap perintah SET bias di yentukan didalam trigger.Printah ini akan tetap aktif selama ekseksi
Kita tidak bias membuat trigger untuk view. Tetapi bila view digunakan, Trigger dari table dasar biasanya akan diaktifkan
Perintah truncate table tidak bisa dihentikan oleh trigger
Trigger tidak bisa menjalankan perintah Transact-SQL yang merupakan perintah DDL
Membuat Trigger
Trigger bisa dibuat dgn 2 cara yaitu:
Menggunakan Query analyzer
CREATE TRIGGER [TRIGGER NAME] ON [NAMA_TABLE]
FOR INSERT,UPDATE,DELETE
AS PERINTAH
Keterangan:
ON menunjukan table atau skema dimana trigger dibuat
FOR harus diikuti oleh jenis perintah yang akan dijalankan
AS Memulai badan trigger dgn perintah yang akan dijalankan
Berikut ini contoh pembuatan trigger semisalnya kita mempunyai tabel dengan nama tmhs dengan struktur sebagai berikut :
Gambar : struktur Table Tmhs
Buatlah table Tmhs2 yang mempunyai struktur yang sama dgn Tmhs
Misalkan kita akan membuat Trigger menampilkan tulisan saat program melakukan input
Menngunakan Enterprise Manager
Dengan menggunakan Enterprise Manager pembuatan trigger sangatlah mudah. Berikut ini cara membuat trigger menampilkan tulisan saat melakukan input:
Gambar : menampilkan trigger
Gambar : Menuliskan Perintah Trigger
Tabel Inserted dan Deleted
Apabila tabel dijalankan SQL server akan membuat dua buah tabel sementara yang hanya muncul apabila trigger sedang dijalankan, tabel yang pertama adalah tabel inserted dan yang kedua adalah tabel deleted.
Apabila perintah INSERT atau UPDATE dijalankan, record yang dibuat atau diubah di copy ke dalam tabel inserted. Apabila perintah DELETE dijalankan, baris baris yang dihapus di copy ke dalam tabel deleted.
Contoh:
Gambar : Menampilkan Data yang di edit
Membuat Replikasi Baris dengan Trigger
Dengan menggunakan tabel sementara dari trigger, kita bisa membuat sebuah mekanisme untuk melakukan replikasi cepat dari satu tabel ke tabel yang lainnya. Kita bisa menyisipkan, mengubah atau menghapus record pada tabel lain pada saat operasi sedang dilakukan pada tabel yang sedang aktif.
Berikut ini contoh membuat tiga buah trigger untuk replikasi atau menggandakan operasi dari tabel Tmhs ke dalam tabel Tmhs2.
Replikasi Insert
Nama trigger : insertrep
Create Trigger insertrep on tmhs
For insert
As
Insert into Tmhs2
Select * from inserted
Pada trigger ini, kita akan membuat Insert into dan select untuk mendapatkan field – field dari table Inserted
Replikasi Delete
Nama trigger : delrep
Create Trigger delrep on Tmhs
For Delete
As
Delete from tmhs2
Where tmhs2.nim in (select nim from deleted)
Kita menggunakan perintah Delete From dan Where untuk menyaring record yang akan dihapus dengan mencarinya pada tabel deleted, yang dalam hal ini hanya mengandung record yang baru saja dihapus
Replikasi Update
Nama trigger : uprep
Create Trigger uprep on Tmhs
For Update
As
Update Tmhs2
Set Nama=(Select Nama from Inserted),
Alamat=(Select Alamat from Inserted)
Where Tmhs2.nim in (Select nim from Inserted)
Trigger ini mereplikasi proses update yang telah dilakukan pada tmhs, didalamnya mengupdate colom nama dan alamat dari Tmhs2 dengan isi dari colom nama dan alamat dari tabel inserted. Klause Where juga digunakan untuk mengupdate record yang kodenya ditemukan pada tabel inserted saja.
Pada perintah replikasi update dan juga update biasa sangat dilarang untuk mengupdate primary key.
Query analyzer
Query analyzer
Strt – Program – Microsof SQL server 7.0 – Query Analyzer
1 Menampilkan seluruh data mahasiswa (tmhs)
select * from tmhs
2.Menampilkan data mahasiswa dengan pridi Mi :
Select * From tmhs
Where tmhs.prodi =’ MI’
3. Menampilkan data mahasiswa yang namanya depannya huruf A :
select * from tmhs
Where tmhs.nama like ‘a%’
Huruf A dibelakang :
select * from tmhs
Where nama like ‘%a’
Yang namanya mengandung huruf A :
select * From tmhs
where nama like ‘%a%’
4. Menmpilkan banyaknya data gunakan Count :
Select Count (*) as banyak_mhs from tmhs
5. Menampilkan jumlah SKS yang ditawarkan :
Select sum(sks) from tmk
6. Tamilkan Rata –rata sks
Select Avg(SKS) as rata-rata from tmk
7. Tampilkan Max,Min,AVG,SUM dari SKS tmk :
select Max(sks) as Maksimum,MIN(sks) as Minimum,AVG(sks)rata2,Sum(sks) Banyak_sks from tmk
8. Berapa data mahasiswa yang nilai nya A :
select count (*)as Jumlah from tnilai
where hurufmutu='A'
contoh kasus :
Ttransaksi
TGL jual
19-10-2008 5000
19-10-2008 10000
20-10-2008 5000
21-10-2008 10000
Jurnal
TGL ket ref debet Kredit
19-10-2008 - - 15000
20-10-2008 - - 5000
21-10-2008 - - 10000
Buku besar
Debet kredit
30000
Query :
- Total Jual dari tanggal :
Select tgl,SUM(Jual) as debet From Transaksi
Group by Tgl
- total jual dari bulan dan tahun :
Select SUM(jual) as debet from Ttransaksi
Where tgl like ‘% 10-2008’
Strt – Program – Microsof SQL server 7.0 – Query Analyzer
1 Menampilkan seluruh data mahasiswa (tmhs)
select * from tmhs
2.Menampilkan data mahasiswa dengan pridi Mi :
Select * From tmhs
Where tmhs.prodi =’ MI’
3. Menampilkan data mahasiswa yang namanya depannya huruf A :
select * from tmhs
Where tmhs.nama like ‘a%’
Huruf A dibelakang :
select * from tmhs
Where nama like ‘%a’
Yang namanya mengandung huruf A :
select * From tmhs
where nama like ‘%a%’
4. Menmpilkan banyaknya data gunakan Count :
Select Count (*) as banyak_mhs from tmhs
5. Menampilkan jumlah SKS yang ditawarkan :
Select sum(sks) from tmk
6. Tamilkan Rata –rata sks
Select Avg(SKS) as rata-rata from tmk
7. Tampilkan Max,Min,AVG,SUM dari SKS tmk :
select Max(sks) as Maksimum,MIN(sks) as Minimum,AVG(sks)rata2,Sum(sks) Banyak_sks from tmk
8. Berapa data mahasiswa yang nilai nya A :
select count (*)as Jumlah from tnilai
where hurufmutu='A'
contoh kasus :
Ttransaksi
TGL jual
19-10-2008 5000
19-10-2008 10000
20-10-2008 5000
21-10-2008 10000
Jurnal
TGL ket ref debet Kredit
19-10-2008 - - 15000
20-10-2008 - - 5000
21-10-2008 - - 10000
Buku besar
Debet kredit
30000
Query :
- Total Jual dari tanggal :
Select tgl,SUM(Jual) as debet From Transaksi
Group by Tgl
- total jual dari bulan dan tahun :
Select SUM(jual) as debet from Ttransaksi
Where tgl like ‘% 10-2008’
PROCEDURE SQL SERVER
PROCEDURE SQL SERVER
Pendahuluan
Procedure pada dasarnya adalah sebuah program yang ditulis dalam bahasa Transact-SQL yang disimpan di dalam database SQL Server. Procedure dibentuk dari perintah, variabel serta alur logik yang terdapat pada SQL. Procedure bisa dijalankan secara manual ataupun dijalankan oleh program lain.
Jenis jenis Prosedur
Prosedur bisa dibagi bagi ke dalam prosedur lokal yang disimpan di dalam server lokal, atau prosedur remote yang disimpan didalam server yang lain. Prosedur juga bisa didefiniskan oleh user atau system procedures yang merupakan bagian dari server.
Komponen komponen prosedur :
1.Parameter
Prosedur bisa menyimpan 255 parameter dan sebuah kode hasil, parameter ini digunakan untuk komunikasi antara prosedur dan dunia luar, apabila kita menjalankan prosedur maka nilai akan dikirim dalam bentuk parameter.
2.Nama dan data tipe
Parameter harus memiliki nama yang eklusif dan diawali dengan simbol @. Kita juga diharuskan menyertakan tipe data
Contoh
Create procedure test1
@kode varchar(8),
@nilai int
Pada prosedur tersebut terdapat dua parameter yaitu kode dan nilai yang harus disertakan pada saat menjalankan prosedur.
3. Arah dari paremeter
Semua parameter yang dibuat dianggap sebagai parameter input, artinya mereka menerima data dari program yang menjalankan prosedur. Dengan menambahkan kata OUTPUT ke dalam definisi parameter, prosedure bisa mengembalikan nilai dari parameter ke dalam program yang memanggilnya.
Cara membuat prosedur dengan Enterprise manager :
Klik kanan Strore Procedure untuk menampilkan Shorcut
Tulislah perintah prosedure kemudian check Syntax
Kemudian klick ok maka prosedur telah dibuat.
Cara membuat prosedure dengan Query Analizer
Untuk menjalankan query analizer langkah langkahnya adalah :
1. Koneksikan dengan server
2. Pilih database yang akan digunakan
Jika kita lupa database yang digunakan maka perintah perintah SQL tidak akan menghasilkan hasil yang diinginkan.
3. Ketikkan perintah transact-SQL
Ketikkan perintah pembuatan procedure dan dieksekusi maka prosedur tersebut akan ada di Store Procedure
Prosedur yang dibuat oleh user dibagi menjadi dua yaitu :
1.Prosedur tanpa parameter
Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :
Contoh prosedur tanpa parameter
Contoh 1 :
Create procedure proc_Tampil_MHS
As
Select * from Tmhs
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_MHS
Contoh 2 :
Create procedure proc_Tampil_Matakuliah
As
Select * from TMk
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_Matakuliah
2. Prosedur dengan parameter Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :
Contoh prosedur dengan parameter
Contoh 1 : Dengan nama field
Create procedure Proc_input_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Insert into TMhs(nim,nama,alamat) values(@nim,@nama,@alamat)
Cara menjalankan :
Exec proc_input_mhs ‘2000’,’dewi’,’kuningan’
Contoh 2 : Tanpa field
Create procedure Proc_input_Matakuliah
@kode varchar(3),
@namamk varchar(20),
@sks int
As
Insert into Tmk values(@kode,@namamk,@sks)
Cara menjalankan :
Exec Proc_input_matakuliah ‘M01’,’Perancangan Basis data’, 3
Contoh 3 : Edit data Mahasiswa
Create Procedure proc_edit_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Update tmhs set nama=@nama,alamat=@alamat where nim=@nim
Cara menjalankan :
Exec proc_edit_mhs ‘2001’,’Ayu’,’Cirebon’
Contoh 4 : Hapus data mahasiswa
Create Procedure proc_hapus_mhs
@nim varchar(10)
As
Delete from tmhs where nim=@nim
Cara Menjalankan :
Exec proc_hapus_mhs ‘2001’
Penggunaan prosedur ini sangat memudahkan programer dan DBA dalam mengembangkan dan menyederhanakan tugas tugas, juga prosedur ini dapat digunakan juga sebagai FAQ dari permintaan user.
Pendahuluan
Procedure pada dasarnya adalah sebuah program yang ditulis dalam bahasa Transact-SQL yang disimpan di dalam database SQL Server. Procedure dibentuk dari perintah, variabel serta alur logik yang terdapat pada SQL. Procedure bisa dijalankan secara manual ataupun dijalankan oleh program lain.
Jenis jenis Prosedur
Prosedur bisa dibagi bagi ke dalam prosedur lokal yang disimpan di dalam server lokal, atau prosedur remote yang disimpan didalam server yang lain. Prosedur juga bisa didefiniskan oleh user atau system procedures yang merupakan bagian dari server.
Komponen komponen prosedur :
1.Parameter
Prosedur bisa menyimpan 255 parameter dan sebuah kode hasil, parameter ini digunakan untuk komunikasi antara prosedur dan dunia luar, apabila kita menjalankan prosedur maka nilai akan dikirim dalam bentuk parameter.
2.Nama dan data tipe
Parameter harus memiliki nama yang eklusif dan diawali dengan simbol @. Kita juga diharuskan menyertakan tipe data
Contoh
Create procedure test1
@kode varchar(8),
@nilai int
Pada prosedur tersebut terdapat dua parameter yaitu kode dan nilai yang harus disertakan pada saat menjalankan prosedur.
3. Arah dari paremeter
Semua parameter yang dibuat dianggap sebagai parameter input, artinya mereka menerima data dari program yang menjalankan prosedur. Dengan menambahkan kata OUTPUT ke dalam definisi parameter, prosedure bisa mengembalikan nilai dari parameter ke dalam program yang memanggilnya.
Cara membuat prosedur dengan Enterprise manager :
Klik kanan Strore Procedure untuk menampilkan Shorcut
Tulislah perintah prosedure kemudian check Syntax
Kemudian klick ok maka prosedur telah dibuat.
Cara membuat prosedure dengan Query Analizer
Untuk menjalankan query analizer langkah langkahnya adalah :
1. Koneksikan dengan server
2. Pilih database yang akan digunakan
Jika kita lupa database yang digunakan maka perintah perintah SQL tidak akan menghasilkan hasil yang diinginkan.
3. Ketikkan perintah transact-SQL
Ketikkan perintah pembuatan procedure dan dieksekusi maka prosedur tersebut akan ada di Store Procedure
Prosedur yang dibuat oleh user dibagi menjadi dua yaitu :
1.Prosedur tanpa parameter
Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :
Contoh prosedur tanpa parameter
Contoh 1 :
Create procedure proc_Tampil_MHS
As
Select * from Tmhs
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_MHS
Contoh 2 :
Create procedure proc_Tampil_Matakuliah
As
Select * from TMk
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_Matakuliah
2. Prosedur dengan parameter Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :
Contoh prosedur dengan parameter
Contoh 1 : Dengan nama field
Create procedure Proc_input_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Insert into TMhs(nim,nama,alamat) values(@nim,@nama,@alamat)
Cara menjalankan :
Exec proc_input_mhs ‘2000’,’dewi’,’kuningan’
Contoh 2 : Tanpa field
Create procedure Proc_input_Matakuliah
@kode varchar(3),
@namamk varchar(20),
@sks int
As
Insert into Tmk values(@kode,@namamk,@sks)
Cara menjalankan :
Exec Proc_input_matakuliah ‘M01’,’Perancangan Basis data’, 3
Contoh 3 : Edit data Mahasiswa
Create Procedure proc_edit_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Update tmhs set nama=@nama,alamat=@alamat where nim=@nim
Cara menjalankan :
Exec proc_edit_mhs ‘2001’,’Ayu’,’Cirebon’
Contoh 4 : Hapus data mahasiswa
Create Procedure proc_hapus_mhs
@nim varchar(10)
As
Delete from tmhs where nim=@nim
Cara Menjalankan :
Exec proc_hapus_mhs ‘2001’
Penggunaan prosedur ini sangat memudahkan programer dan DBA dalam mengembangkan dan menyederhanakan tugas tugas, juga prosedur ini dapat digunakan juga sebagai FAQ dari permintaan user.
Prosedur
Prosedur
Dibagi 2 yaitu :
1.procedur tanpa parameter
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan : CREATE Procedur tampil
As
Select * from tmhs
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Ketikan : EXEC tampil
2. Prosedur dengan Parameter
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan : Create Procedure hapus
As
Delete from tmhs where nim= @nim
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Ketikan : EXEC hapus ‘2007101001’
3.Prosedur Input
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan :
Create Procedure input
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(30)
AS
Insert into tmhs values (@nim,@nama,@Alamat)
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
EXCE Input ‘2007101007’,’lisa’,’kesambi’
4.Prosedur Edit
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
CREATE PROCEDURE edit
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(30)
AS
update tmhs set nama =@nama, alamat =@alamat
where nim =@nim
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Untuk mengedit
EXEC edit '2007101003','wiwin','Kesambi'
Untuk melihat hasil
EXEC tampil
Tmk
Kode
Namamk
Sks
1.Prosedur Hapus :
CREATE PROCEDURE hapusmk
@kode varchar(10)
AS
delete from tmatakuliah where kode =@kode
menampilkan pada Query Analyzer :
EXEC Hapusmk ‘001’
Prosedur Editmk
CREATE PROCEDURE editmk
@kode varchar(10),
@namamk varchar(20),
@sks int
AS
update tmatakuliah set namamk =@namamk, sks =@sks
where kode =@kode
EXEC editmk '002','Logika dan Algoritma','3'
Dibagi 2 yaitu :
1.procedur tanpa parameter
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan : CREATE Procedur tampil
As
Select * from tmhs
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Ketikan : EXEC tampil
2. Prosedur dengan Parameter
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan : Create Procedure hapus
As
Delete from tmhs where nim= @nim
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Ketikan : EXEC hapus ‘2007101001’
3.Prosedur Input
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
Ketikan :
Create Procedure input
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(30)
AS
Insert into tmhs values (@nim,@nama,@Alamat)
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
EXCE Input ‘2007101007’,’lisa’,’kesambi’
4.Prosedur Edit
Klik kanan pada Stored Procedures --> New Stored Procedures
CREATE PROCEDURE edit
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(30)
AS
update tmhs set nama =@nama, alamat =@alamat
where nim =@nim
Untuk menampilkan --> jalankan Query Analyzer
Untuk mengedit
EXEC edit '2007101003','wiwin','Kesambi'
Untuk melihat hasil
EXEC tampil
Tmk
Kode
Namamk
Sks
1.Prosedur Hapus :
CREATE PROCEDURE hapusmk
@kode varchar(10)
AS
delete from tmatakuliah where kode =@kode
menampilkan pada Query Analyzer :
EXEC Hapusmk ‘001’
Prosedur Editmk
CREATE PROCEDURE editmk
@kode varchar(10),
@namamk varchar(20),
@sks int
AS
update tmatakuliah set namamk =@namamk, sks =@sks
where kode =@kode
EXEC editmk '002','Logika dan Algoritma','3'
Transfer Data
Transfer Data
Source Destination
---------- --------------
Access ------> SQL Server
SQL Server ------> Access
SQL Server ------> Mysql
Mysql ------> SQL Server
Tranfer data dari Access ke SQL Server
1.Pastikan dbaccess sudah ada
2.SQL Server sudah dijalankan
3.Enterprise Manajer
4.Buat database baru
contoh : dbt1
5.Klik Kanan dbt1
Import Data
6.Source : Access
7.Destination : SQL Server
Transfer data dari SQL Server ke Mysql
1.Start --> Program --> PhpTriad --> Mysql-D
2.Start --> Program --> PhpTriad --> Apache --> Start Apache
localhost/phpmyadmin
Cara membuat DSN
1.Start
2.Setting
3.Control Panel
4.Administrative tools
5.Data Source (ODBC)
6.add - Mysql (ODBC) 3.51 Driver
7.finish
8.isi database nama
9.isi database source
10.test connection
11.OK
Langkah-Langkah Menjalankan MySql
Langkah-Langkah Menjalankan MySql
1.Jalankan Program Apache
Masuk Pada menu start Program Apache Console Start Apache
2.Jalankan Program MySql
Masuk Pada menu start Program MySQL
MySQL-D
3. Menjalankan Command Prompt
Masuk Pada menu start Program Accessories
Command Prompt
3. Perintah SQL dan Penjelasannya
1.cd\ : Berfungsi Untuk menuju Root dari (Drive C)
2.c\cd Apache : Masuk ke Folder Apache
3.c\Apache\cd mysql : Masuk ke Folder MySQL
4.c\Apache\cd mysql\cd Bin : Masuk ke Folder Bin
5.c\Apache\mysql\Bin\MySQL : Menjalankan Program MySQL
6.Show databases; Melihat database
7.create database dbwiwin; membuat database baru(dengan nama wiwin)
8.Use dbwiwin; memilih database yang akan digunakan
9.Show tables; melihat tabel yang sudah dibuat
10.create Table TMhs; membual tabel TMhs
Create table TMhs (
NIM varchar (10) Primary key not null,
Nama varchar(30) not null,
Alamat text);
11.Cara Input data :
Beberapa Cara Untuk Menginputkan data :
1. Insert into TMhs(NIM,Nama,Alamat) Values
(‘2007101001’,’yuli’,’Jl.brigjen Darsono’);
2. Insert into TMhs Values
(‘2007101002’,’wiwin’,’Jl.Kaliwulu No.10’);
3. Insert into TMhs(NIM,Nama) Values
(‘2007101003’,’Ramanda’);
4. Insert into TMhs Values
(‘2007101004’,’Zahra’,’’);
5. Insert into TMhs Values
{‘2007101005’,’Pai Lahan’,’Jl.Penggung’),
(‘2007101005’,’Riyan’,’Jl.Sriwijaya’);
12. select * from tmhs; menampilkan semua field yang ada dalam tmhs
Contoh Perintah MySQL dan Hasilnya :
C:\Documents and Settings\student>cd\ C:\>
C:\> cd apache c: apache>\
c: apache>\cd mysql c: apache>\cd mysql>
c: apache>\cd mysql>cd bin c: apache>\cd mysql>bin>
c: apache>\cd mysql>bin> mysql
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 3.23.47-max-debug
Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.
Mysql >
mysql> Show databases;
+----------+
Database
+----------+
mysql
test
+----------+
2 rows in set (0.02 sec)
mysql> create database dbwiwin;
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)
8. mysql>Use dbwiwin;
Database changed
9. mysql> show tables;
Empty set (0.00 sec)
10. mysql> create table tmhs (
-> nim varchar(10) primary key not null,
-> nama varchar(30) not null,
-> alamat text);
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec)
11 . Cara Input Data :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ('2001101001','adi','jl.cipto');
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101002','budi','jl wahidin');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs(nim,nama) values
-> ('2001101003','andi');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101004','cica','');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101005','dewi','jl pilang'),
-> ('2001101006','edi','jl wahidin');
Query OK, 2 rows affected (0.00 sec)
Records: 2 Duplicates: 0 Warnings: 0
12. mysql> select * from tmhs;
+------------+------+------------+
nim nama alamat
+------------+------+------------+
2001101001 adi jl.cipto
2001101002 budi jl wahidin
2001101003 andi NULL
2001101004 cica
2001101005 dewi jl pilang
2001101006 edi jl wahidin
+------------+------+------------+
6 rows in set (0.02 sec)
Catatan :
apabila salah nenuliskan sql syntax pada mysql>
ketikan ; pada ( ; Enter)
contoh :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ;
maka akan muncul tulisan :
ERROR 1064: You have an error in your SQL syntax near '' at lin1
Lalu ualngi,tuliskan sql syntax yang benar, seperti :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ('2001101001','adi','jl.cipto');
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)
b. Cara MengCopy dari Command Prommp ke Microsoft Office Word
Klik Kanan Pada command Prompt Mark(Untuk Pilihan) Drag Enter masuk ke Microsoft Office Word ctrl+V atau
Klik Kanan Pada command Prompt select all Enter masuk ke Microsoft Office Word ctrl+V
4. Membuat query dari table relationship dbPenjualan
1. Membuat Tabel Supplier ( T_Supplier)
mysql> create table T_Supplier (
-> kode_Supplier varchar(10) primary key not null,
-> nama_supplier varchar(30) not null,
-> Alamat_Supplier text,
-> no_telp Varchar(14),
-> piutang integer);
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec)
Input data pada T_Supplier
mysql> insert into T_Supplier values('001','yuli','jln.brigjen darsono','0231',5
00000);
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)
Menampilkan T_Supplier
mysql> select * from T_Supplier;
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
kode_Supplier nama_supplier Alamat_Supplier no_telp piutang
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
001 yuli jln.brigjen darsono 0231 500000
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
1 row in set (0.00 sec)
1.Jalankan Program Apache
Masuk Pada menu start Program Apache Console Start Apache
2.Jalankan Program MySql
Masuk Pada menu start Program MySQL
MySQL-D
3. Menjalankan Command Prompt
Masuk Pada menu start Program Accessories
Command Prompt
3. Perintah SQL dan Penjelasannya
1.cd\ : Berfungsi Untuk menuju Root dari (Drive C)
2.c\cd Apache : Masuk ke Folder Apache
3.c\Apache\cd mysql : Masuk ke Folder MySQL
4.c\Apache\cd mysql\cd Bin : Masuk ke Folder Bin
5.c\Apache\mysql\Bin\MySQL : Menjalankan Program MySQL
6.Show databases; Melihat database
7.create database dbwiwin; membuat database baru(dengan nama wiwin)
8.Use dbwiwin; memilih database yang akan digunakan
9.Show tables; melihat tabel yang sudah dibuat
10.create Table TMhs; membual tabel TMhs
Create table TMhs (
NIM varchar (10) Primary key not null,
Nama varchar(30) not null,
Alamat text);
11.Cara Input data :
Beberapa Cara Untuk Menginputkan data :
1. Insert into TMhs(NIM,Nama,Alamat) Values
(‘2007101001’,’yuli’,’Jl.brigjen Darsono’);
2. Insert into TMhs Values
(‘2007101002’,’wiwin’,’Jl.Kaliwulu No.10’);
3. Insert into TMhs(NIM,Nama) Values
(‘2007101003’,’Ramanda’);
4. Insert into TMhs Values
(‘2007101004’,’Zahra’,’’);
5. Insert into TMhs Values
{‘2007101005’,’Pai Lahan’,’Jl.Penggung’),
(‘2007101005’,’Riyan’,’Jl.Sriwijaya’);
12. select * from tmhs; menampilkan semua field yang ada dalam tmhs
Contoh Perintah MySQL dan Hasilnya :
C:\Documents and Settings\student>cd\ C:\>
C:\> cd apache c: apache>\
c: apache>\cd mysql c: apache>\cd mysql>
c: apache>\cd mysql>cd bin c: apache>\cd mysql>bin>
c: apache>\cd mysql>bin> mysql
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 3.23.47-max-debug
Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.
Mysql >
mysql> Show databases;
+----------+
Database
+----------+
mysql
test
+----------+
2 rows in set (0.02 sec)
mysql> create database dbwiwin;
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)
8. mysql>Use dbwiwin;
Database changed
9. mysql> show tables;
Empty set (0.00 sec)
10. mysql> create table tmhs (
-> nim varchar(10) primary key not null,
-> nama varchar(30) not null,
-> alamat text);
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec)
11 . Cara Input Data :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ('2001101001','adi','jl.cipto');
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101002','budi','jl wahidin');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs(nim,nama) values
-> ('2001101003','andi');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101004','cica','');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> insert into tmhs values
-> ('2001101005','dewi','jl pilang'),
-> ('2001101006','edi','jl wahidin');
Query OK, 2 rows affected (0.00 sec)
Records: 2 Duplicates: 0 Warnings: 0
12. mysql> select * from tmhs;
+------------+------+------------+
nim nama alamat
+------------+------+------------+
2001101001 adi jl.cipto
2001101002 budi jl wahidin
2001101003 andi NULL
2001101004 cica
2001101005 dewi jl pilang
2001101006 edi jl wahidin
+------------+------+------------+
6 rows in set (0.02 sec)
Catatan :
apabila salah nenuliskan sql syntax pada mysql>
ketikan ; pada ( ; Enter)
contoh :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ;
maka akan muncul tulisan :
ERROR 1064: You have an error in your SQL syntax near '' at lin1
Lalu ualngi,tuliskan sql syntax yang benar, seperti :
mysql> insert into tmhs(nim,nama,alamat) values
-> ('2001101001','adi','jl.cipto');
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)
b. Cara MengCopy dari Command Prommp ke Microsoft Office Word
Klik Kanan Pada command Prompt Mark(Untuk Pilihan) Drag Enter masuk ke Microsoft Office Word ctrl+V atau
Klik Kanan Pada command Prompt select all Enter masuk ke Microsoft Office Word ctrl+V
4. Membuat query dari table relationship dbPenjualan
1. Membuat Tabel Supplier ( T_Supplier)
mysql> create table T_Supplier (
-> kode_Supplier varchar(10) primary key not null,
-> nama_supplier varchar(30) not null,
-> Alamat_Supplier text,
-> no_telp Varchar(14),
-> piutang integer);
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec)
Input data pada T_Supplier
mysql> insert into T_Supplier values('001','yuli','jln.brigjen darsono','0231',5
00000);
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)
Menampilkan T_Supplier
mysql> select * from T_Supplier;
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
kode_Supplier nama_supplier Alamat_Supplier no_telp piutang
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
001 yuli jln.brigjen darsono 0231 500000
+---------------+---------------+---------------------+---------+---------+
1 row in set (0.00 sec)
KONSEP BASIS DATA
KONSEP BASIS DATA
PENGENALAN BASIS DATA
Kata “basis data” bisa digunakan untuk menguraikan segala sesuatu dari sekumpulan data tunggal , seperti daftar telephon. Istilah “basis data” tidak termasuk aplikasi, yang terdiri dari form dan report dimana pengguna akan saling berhubungan. Basis Data terdiri dari file-file fisik yang ditetapkan berdasarkan computer saat menerapkan perangkat lunak basis data. Di sisi lain, suatu model basis data lebih kepada konsep dibandingkan objek fisik dan digunakan untuk menciptakan table di dalam basis data anda.
Basis data adalah suatu aplikasi terpisah yang menyimpan suatu koleksi data. Masing-masing basis data memiliki satu API atau lebih yang berbeda untuk menciptakan, mengakseskan, mengelola, mencari dan meraplikasi data.
Sebuah basis data adalah tempat pnyimpanan file data. Sebagai file data, suatu basis data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikanya dalam bentuk yang bisa dimengerti. Ketika bekerja dengan file-file data, suatu aplikasi harus dikodekan agar bekerja dengan struktur masing-masing file data. Biasanya, Suatu basis data berisi catalog yang menggunakan aplikasi untuk menentukan cara data diorganisir. Aplikasi basis data umum bisa menggunakan catalog tersebut untuk menampilkan data dengan penggunadari basis data yang berbeda secara dinamis, tanpa terikat pada format data tertentu.
Basis data biasanya memiliki dua bagian utama. Pertama, file yang memegang basis data fisik. Kedua, perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS) menggunakan aplikasi untuk mengakses data. DBMS bertanggung jawab menguatkan struktur basis data, termasuk :
Memelihara hubungan antar data di dalan basis data.
Memastikan bahwa data tersimpan secara tepat, dan menetapkan aturan hubungan data agar tidak dilanggar.
Pemulihan (recovery) semua data dari kegagalan sistem.
Recovery atau pemulihan adalah upaya untuk mengembalikan basis data dalam keadaan yang dianggap benar.
Pemulihan itu menyangkut :
Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
Pemulihan terhadap kegagalan sistem
Pemulihan terhadap kegagalan media.
SIFAT-SIFAT BASIS DATA
Istilah basis data pada umunya juga menyiratkan serangkaian sifat yang terkait; berbagi data, integritas data, keamanan data, abstraksi data, dan inpendensi data.
BERBAGI DATA
Data yang disimpan didalam basis data tidak secara umum dipegang semata-mat untuk digunakan oleh seseorang. Suatu basis data secara normal diharapkan bisa diakses oleh lebih dari satu orang, dan mungkin pada waktu yang sama.
Oleh karena itu, basis data siswa mungkin bisa diakses oleh anggota yang bukan hanya akademis,tetapi juga staf administrative. Sebagai contoh adalah sebuah supermarket. Data penjualan bisa diakses oleh pengontrol persediaan dan sistem informasi manajemen.
INTEGRASI DATA
Data bersama membawa banyak keuntungan bagi organisasi. Salah satu bentuk tanggung jawab pemakaian basis data yang utama adalah memastikan bahwa data terintegrasi. Hal tersebut menyiratkan bahwa suatu basis data harus
PENGENALAN BASIS DATA
Kata “basis data” bisa digunakan untuk menguraikan segala sesuatu dari sekumpulan data tunggal , seperti daftar telephon. Istilah “basis data” tidak termasuk aplikasi, yang terdiri dari form dan report dimana pengguna akan saling berhubungan. Basis Data terdiri dari file-file fisik yang ditetapkan berdasarkan computer saat menerapkan perangkat lunak basis data. Di sisi lain, suatu model basis data lebih kepada konsep dibandingkan objek fisik dan digunakan untuk menciptakan table di dalam basis data anda.
Basis data adalah suatu aplikasi terpisah yang menyimpan suatu koleksi data. Masing-masing basis data memiliki satu API atau lebih yang berbeda untuk menciptakan, mengakseskan, mengelola, mencari dan meraplikasi data.
Sebuah basis data adalah tempat pnyimpanan file data. Sebagai file data, suatu basis data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikanya dalam bentuk yang bisa dimengerti. Ketika bekerja dengan file-file data, suatu aplikasi harus dikodekan agar bekerja dengan struktur masing-masing file data. Biasanya, Suatu basis data berisi catalog yang menggunakan aplikasi untuk menentukan cara data diorganisir. Aplikasi basis data umum bisa menggunakan catalog tersebut untuk menampilkan data dengan penggunadari basis data yang berbeda secara dinamis, tanpa terikat pada format data tertentu.
Basis data biasanya memiliki dua bagian utama. Pertama, file yang memegang basis data fisik. Kedua, perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS) menggunakan aplikasi untuk mengakses data. DBMS bertanggung jawab menguatkan struktur basis data, termasuk :
Memelihara hubungan antar data di dalan basis data.
Memastikan bahwa data tersimpan secara tepat, dan menetapkan aturan hubungan data agar tidak dilanggar.
Pemulihan (recovery) semua data dari kegagalan sistem.
Recovery atau pemulihan adalah upaya untuk mengembalikan basis data dalam keadaan yang dianggap benar.
Pemulihan itu menyangkut :
Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
Pemulihan terhadap kegagalan sistem
Pemulihan terhadap kegagalan media.
SIFAT-SIFAT BASIS DATA
Istilah basis data pada umunya juga menyiratkan serangkaian sifat yang terkait; berbagi data, integritas data, keamanan data, abstraksi data, dan inpendensi data.
BERBAGI DATA
Data yang disimpan didalam basis data tidak secara umum dipegang semata-mat untuk digunakan oleh seseorang. Suatu basis data secara normal diharapkan bisa diakses oleh lebih dari satu orang, dan mungkin pada waktu yang sama.
Oleh karena itu, basis data siswa mungkin bisa diakses oleh anggota yang bukan hanya akademis,tetapi juga staf administrative. Sebagai contoh adalah sebuah supermarket. Data penjualan bisa diakses oleh pengontrol persediaan dan sistem informasi manajemen.
INTEGRASI DATA
Data bersama membawa banyak keuntungan bagi organisasi. Salah satu bentuk tanggung jawab pemakaian basis data yang utama adalah memastikan bahwa data terintegrasi. Hal tersebut menyiratkan bahwa suatu basis data harus
Selasa, 06 Januari 2009
pengantar basisdata
Konsep dasar basis data adalah sekumpulan fakta yang dapat digambarkan dengan model diagram hubungan antar entitas (Entity-Relationship Modelling Diagram). Komponen pembentuk ER Diagram sbb:~
EntitySuatu kumpulan obyek dengan property yang sama dengan ciri memiliki identitas yang dapat berdiri sendiri; contoh: mahasiswa, kelas, mata kuliah, pegawai, kantor cabang dsb.~Dapat berdiri sendiri maksudnya dalam record-recordnya terdapat attribut yang unik yang dapat dijadikan pembeda untuk masing masing record. Sebuah entitas memiliki tipe berdasarkan kemampuannya berdiri sendiri antara lain tipe Strong dan tipe Weak.
Strong EntityBila suatu entitas dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain; contohnya: entitas Pegawai.~
Weak EntityBila suatu entitas tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain;contohnya: entitas Tunjungan, Tunjangan tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada attribut pegawai.~
Relationship (Hubungan antar entitas)Hubungan yang dimaksud adalah asosiasi attribut antar entitas yang memiliki makna; contohya: entitas Manajer dan entitas Kantor Cabang memiliki sebuah Relationship “Kelola”, jadi makna yang dibaca adalah “Seorang Manajer mengelola sebuah Kantor Cabang”, (jenis hubungan one-to-one).~Sebuah Relationship memiliki derajat (degree) berdasarkan jumlah entitas yang terhubung antara lain: Unary, Binary, Ternary dan Quaternary.
UnaryTipe hubungan ini berbarti hubungan yang terjadi antara dirinya sendiri dlam sebuah entitas; contohnya: entitas Pegawai yang memiliki Relationship Supervisor. Pegawai yang menjadi Supervisor juga berasal dar entitas yang sama yaitu Pegawai sedangkan entitas yang dituju juga pada entitas Pegawai.~
BinaryTipe hubungan ini antara dua entitas; contohnya: entitas Pegawai dan entitas Kantor Cabang.~
TernaryTipe hubungan ini antara tiga entitas; contohnya :entitas Sales, Produk dan Pelanggan yang memiliki sebuah Relationship yang bernama Penjualan.
Relationship bisa terdapat lebih dari satu dalam sebuah / lebih entitas.
AttributDetail dari sebuah entitas; contohnya entitas Mahasiswa memiliki attribut: npm, nama, jenis kelamin, kelas, tgl lahir dst… entitas Pasien memiliki attribut: nama, tgl lahir, berat badan, golongan darah dst…Attribut memiliki tipe tipe sbb:
SimpleSebuah attribut yang memiliki komponen tunggal dan independent; contohnya: nama, tgl lahir dst…~
CompositeSebuah attribut yang memiliki komponen banyak dan masing masing komponennya independent; contohnya: Alamat-> jalan, kota, kode pos dst…~
Multi-valuedSebuah attribut yang memiliki nilai banyak; contohnya: dalam sebuah entitas Mahasiswa terdapat sebuah attribut nomor HP yang isinya bisa lebih dari satu record.~
DerivedSebuah attribut yang memiliki nilai turunan dari hasil kalkulasi attribut yang lain; contohnya attribut umur yang dihitung berdasarkan attribut tanggal lahir.
Sebuah entitas harus memiliki Key attribut sebagai pembeda untuk masing masing record. Key attribut memiliki tipe sbb:
Candidate KeyAttribut yang dapat digunakan sebagai Primary Key attribut. Dipilih berdasarkan keunikan nilai attribut; contohya: dalam entitas Mahasiswa terdapat attribut nama, npm yang dipilih sebagai Candidate Key.~
Primary KeyAttribut yang dipilih sebagai attribut pembeda utama dalam sebuah entitas, dipilih dari Candidate Key yang paling baik, baik dalam artian paling unik dan paling mudah dimanipulasi dalam program.~
Composite KeyCandidate Key yang memiliki lebih dari satu attribut; misalnya dalam sebuah entitas yang Weak terdapat dua Key attribut yang dipakai sebagai attribut pembeda; contohnya: dalam entitas Tunjangan ada attribut Nama dan attribut Pegawai sebagai Key, artinya kalau hanya nama bisa jadi lebih dari satu record dan kalau hanya Pegawai bisa jadi lebih dari satu Tunjangan.
Structural Constraints
Dalam sebuah Relationship pada Basis Data terdapat batasan batasan yang terstruktur (Structural Constraints). Tipe utama dari batasan disebut multiplicity yang mencerminkan aturan dari sistem yang akan dibuat oleh user.
Multiplicity dibuat berdasarkan dua batasan yaitu Cardinality dan Participation.
CardinalityAdalah nilai maximum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya: antara entitas Dosen dan Mata Kuliah terdapat Relationship “Mengajar” dengan multiplicity “0..5“, artinya satu dosen boleh mengajar maximal 5 mata kuliah sedangkan sebuah mata kuliah bisa jadi belum memiliki dosen pengajarnya. Cardinality = 5 dan Participation = 0.~
ParticipationAdalah nilai minimum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya antara entitas Gedung dan Ruang Kelas terdapat Relationship “Terdiri Dari” dengan multiplicity “1..5“, artinya satu Gedung bisa terdapat maximal 5 ruang kelas tapi satu ruang kelas hanya terdapat pada satu gedung. Cardinality = 5 dan Participation = 1~
Secara umum degree Binary paling banyak dipakai dimana umumnya hubungan itu merujuk pada tiga jenis hubungan sbb:
one-to-one (1..1)Dimana dalam sebuah occurrence terdapat hanya satu pasangan pada entitas lainnya; contohnya: antara entitas Kantor Cabang dan Manager, sebuah kantor cabang hanay boleh dimanageri oleh sorang manager dan begitu juga sebaliknya seorang manager hanay boleh memanage sebuah kanto cabang.~
one-to-many (1..*)Dimana dalam sebuah occurrence terdapat bisa lebih dari satu pasangan pada entitas lainnya.~
many-to-many (*..*)
EntitySuatu kumpulan obyek dengan property yang sama dengan ciri memiliki identitas yang dapat berdiri sendiri; contoh: mahasiswa, kelas, mata kuliah, pegawai, kantor cabang dsb.~Dapat berdiri sendiri maksudnya dalam record-recordnya terdapat attribut yang unik yang dapat dijadikan pembeda untuk masing masing record. Sebuah entitas memiliki tipe berdasarkan kemampuannya berdiri sendiri antara lain tipe Strong dan tipe Weak.
Strong EntityBila suatu entitas dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain; contohnya: entitas Pegawai.~
Weak EntityBila suatu entitas tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan attribut dari entitas lain;contohnya: entitas Tunjungan, Tunjangan tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada attribut pegawai.~
Relationship (Hubungan antar entitas)Hubungan yang dimaksud adalah asosiasi attribut antar entitas yang memiliki makna; contohya: entitas Manajer dan entitas Kantor Cabang memiliki sebuah Relationship “Kelola”, jadi makna yang dibaca adalah “Seorang Manajer mengelola sebuah Kantor Cabang”, (jenis hubungan one-to-one).~Sebuah Relationship memiliki derajat (degree) berdasarkan jumlah entitas yang terhubung antara lain: Unary, Binary, Ternary dan Quaternary.
UnaryTipe hubungan ini berbarti hubungan yang terjadi antara dirinya sendiri dlam sebuah entitas; contohnya: entitas Pegawai yang memiliki Relationship Supervisor. Pegawai yang menjadi Supervisor juga berasal dar entitas yang sama yaitu Pegawai sedangkan entitas yang dituju juga pada entitas Pegawai.~
BinaryTipe hubungan ini antara dua entitas; contohnya: entitas Pegawai dan entitas Kantor Cabang.~
TernaryTipe hubungan ini antara tiga entitas; contohnya :entitas Sales, Produk dan Pelanggan yang memiliki sebuah Relationship yang bernama Penjualan.
Relationship bisa terdapat lebih dari satu dalam sebuah / lebih entitas.
AttributDetail dari sebuah entitas; contohnya entitas Mahasiswa memiliki attribut: npm, nama, jenis kelamin, kelas, tgl lahir dst… entitas Pasien memiliki attribut: nama, tgl lahir, berat badan, golongan darah dst…Attribut memiliki tipe tipe sbb:
SimpleSebuah attribut yang memiliki komponen tunggal dan independent; contohnya: nama, tgl lahir dst…~
CompositeSebuah attribut yang memiliki komponen banyak dan masing masing komponennya independent; contohnya: Alamat-> jalan, kota, kode pos dst…~
Multi-valuedSebuah attribut yang memiliki nilai banyak; contohnya: dalam sebuah entitas Mahasiswa terdapat sebuah attribut nomor HP yang isinya bisa lebih dari satu record.~
DerivedSebuah attribut yang memiliki nilai turunan dari hasil kalkulasi attribut yang lain; contohnya attribut umur yang dihitung berdasarkan attribut tanggal lahir.
Sebuah entitas harus memiliki Key attribut sebagai pembeda untuk masing masing record. Key attribut memiliki tipe sbb:
Candidate KeyAttribut yang dapat digunakan sebagai Primary Key attribut. Dipilih berdasarkan keunikan nilai attribut; contohya: dalam entitas Mahasiswa terdapat attribut nama, npm yang dipilih sebagai Candidate Key.~
Primary KeyAttribut yang dipilih sebagai attribut pembeda utama dalam sebuah entitas, dipilih dari Candidate Key yang paling baik, baik dalam artian paling unik dan paling mudah dimanipulasi dalam program.~
Composite KeyCandidate Key yang memiliki lebih dari satu attribut; misalnya dalam sebuah entitas yang Weak terdapat dua Key attribut yang dipakai sebagai attribut pembeda; contohnya: dalam entitas Tunjangan ada attribut Nama dan attribut Pegawai sebagai Key, artinya kalau hanya nama bisa jadi lebih dari satu record dan kalau hanya Pegawai bisa jadi lebih dari satu Tunjangan.
Structural Constraints
Dalam sebuah Relationship pada Basis Data terdapat batasan batasan yang terstruktur (Structural Constraints). Tipe utama dari batasan disebut multiplicity yang mencerminkan aturan dari sistem yang akan dibuat oleh user.
Multiplicity dibuat berdasarkan dua batasan yaitu Cardinality dan Participation.
CardinalityAdalah nilai maximum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya: antara entitas Dosen dan Mata Kuliah terdapat Relationship “Mengajar” dengan multiplicity “0..5“, artinya satu dosen boleh mengajar maximal 5 mata kuliah sedangkan sebuah mata kuliah bisa jadi belum memiliki dosen pengajarnya. Cardinality = 5 dan Participation = 0.~
ParticipationAdalah nilai minimum occurrence dari sebuah Relationship antara dua entitas; contohnya antara entitas Gedung dan Ruang Kelas terdapat Relationship “Terdiri Dari” dengan multiplicity “1..5“, artinya satu Gedung bisa terdapat maximal 5 ruang kelas tapi satu ruang kelas hanya terdapat pada satu gedung. Cardinality = 5 dan Participation = 1~
Secara umum degree Binary paling banyak dipakai dimana umumnya hubungan itu merujuk pada tiga jenis hubungan sbb:
one-to-one (1..1)Dimana dalam sebuah occurrence terdapat hanya satu pasangan pada entitas lainnya; contohnya: antara entitas Kantor Cabang dan Manager, sebuah kantor cabang hanay boleh dimanageri oleh sorang manager dan begitu juga sebaliknya seorang manager hanay boleh memanage sebuah kanto cabang.~
one-to-many (1..*)Dimana dalam sebuah occurrence terdapat bisa lebih dari satu pasangan pada entitas lainnya.~
many-to-many (*..*)
Langganan:
Postingan (Atom)
